Fungsi Servo Pada Rangkaian Elektronik

Engine servo adalah sebuah perangkat atau aktuator putar (engine) yang dirancang dengan sistem kontrol umpan balik circle tertutup (servo), sehingga dapat di set-up atau di atur untuk menentukan dan memastikan posisi sudut dari poros yield engine. engine servo merupakan perangkat yang terdiri dari engine DC, serangkaian gear, rangkaian kontrol dan potensiometer. Serangkaian gear yang melekat pada poros engine DC akan memperlambat putaran poros dan meningkatkan torsi engine servo, sedangkan potensiometer dengan perubahan resistansinya saat engine berputar berfungsi sebagai penentu batas posisi putaran poros engine servo. 

Penggunaan sistem kontrol circle tertutup pada engine servo berguna untuk mengontrol gerakan dan posisi akhir dari poros engine servo. Penjelasan sederhananya begini, posisi poros yield akan di sensor untuk mengetahui posisi poros sudah tepat seperti yang di inginkan atau belum, dan jika belum, maka kontrol input akan mengirim sinyal kendali untuk membuat posisi poros tersebut tepat pada posisi yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya mengenai sistem kontrol circle tertutup, perhatikan contoh sederhana beberapa aplikasi lain dari sistem kontrol circle tertutup, seperti penyetelan suhu pada air conditioning, kulkas, setrika dan lain sebagainya. 


Engine servo biasa digunakan dalam aplikasi-aplikasi di industri, selain itu juga digunakan dalam berbagai aplikasi lain seperti pada mobil mainan radio kontrol, robot, pesawat, dan lain sebagainya 

Ada dua jenis engine servo, yaitu engine servo air conditioning dan DC. Engine servo air conditioning lebih dapat menangani arus yang tinggi atau beban berat, sehingga sering diaplikasikan pada mesin-mesin industri. Sedangkan engine servo DC biasanya lebih cocok untuk digunakan pada aplikasi-aplikasi yang lebih kecil. Dan bila dibedakan menurut rotasinya, umumnya terdapat dua jenis engine servo yang dan terdapat di pasaran, yaitu engine servo revolution 180° dan servo turn ceaseless. 

Engine servo standard (servo revolution 180°) adalah jenis yang withering umum dari engine servo, dimana putaran poros outputnya terbatas hanya 90° kearah kanan dan 90° kearah kiri. Dengan customized structure lain all out putarannya hanya setengah lingkaran atau 180°. 

Engine servo revolution nonstop merupakan jenis engine servo yang sebenarnya sama dengan jenis servo standard, hanya saja perputaran porosnya tanpa batasan atau dengan customized structure lain dapat berputar terus, baik ke arah kanan maupun kiri. 

Prinsip kerja engine servo 

Engine servo dikendalikan dengan memberikan sinyal modulasi lebar pulsa (Heartbeat Wide Tweak/PWM) melalui kabel kontrol. Lebar pulsa sinyal kontrol yang diberikan akan menentukan posisi sudut putaran dari poros engine servo. Sebagai contoh, lebar pulsa dengan waktu 1,5 ms (mili detik) akan memutar poros engine servo ke posisi sudut 90°. Bila pulsa lebih pendek dari 1,5 ms maka akan berputar ke arah posisi 0° atau ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam), sedangkan bila pulsa yang diberikan lebih lama dari 1,5 ms maka poros engine servo akan berputar ke arah posisi 180° atau ke kanan (searah jarum jam). Lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini. 

Ketika lebar pulsa kendali telah diberikan, maka poros engine servo akan bergerak atau berputar ke posisi yang telah diperintahkan, dan berhenti pada posisi tersebut dan akan tetap bertahan pada posisi tersebut. Jika ada kekuatan eksternal yang mencoba memutar atau mengubah posisi tersebut, maka engine servo akan mencoba menahan atau melawan dengan besarnya kekuatan torsi yang dimilikinya (rating torsi servo). Namun engine servo tidak akan mempertahankan posisinya untuk selamanya, sinyal lebar pulsa kendali harus diulang setiap 20 ms (mili detik) untuk menginstruksikan agar posisi poros engine servo tetap bertahan pada posisinya.

0 Response to "Fungsi Servo Pada Rangkaian Elektronik"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel